Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

IKHWANUL MUSLIMIN : HUBUNGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA

IKHWANUL MUSLIMIN : HUBUNGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA


Ikhwanul Muslimin (Muslims Brotherhood ) didirikan di Mesir pada tahun 1928 oleh Hassan al-Banna dan enam rekan yang berpikiran sama sebagai gerakan agama, politik, dan sosial Islam. Ini berusaha untuk menerapkan syariah (hukum Islam) di bawah kekhalifahan global yang diatur oleh para ulama Islam (Imam). Ideologi Ikhwanul Muslimin dibentuk oleh pengalaman Mesir, khususnya pandangan bahwa Islam telah kehilangan arah dan satu-satunya jalan menuju keselamatan adalah kembali ke akarnya yang sebenarnya.

Asal Usul Ikhwanul Muslimin
Society of Muslim Brothers didirikan pada tahun 1928 di Mesir oleh Hassan al-Banna sebagai gerakan keagamaan, politik, dan sosial. Ideologi asli Ikhwanul Muslimin berpusat pada pemurnian masyarakat Islam melalui pendidikan. Kelompok ini mempromosikan Islam untuk semua Muslim, tetapi tidak harus untuk semua orang Arab.
Deskripsi Ikhwanul Muslimin
Dibentuk di Mesir setelah Perang Dunia I, sebagai tanggapan terhadap pengaruh barat terhadap masyarakat Mesir. Persaudaraan terutama dimulai sebagai organisasi sosial, agama dan politik yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di Mesir. Ini kemudian berkembang menjadi gerakan revolusioner. Dipimpin oleh Hassan al-Banna dan Mohammed Akef dengan kantor pusatnya terletak di Kairo, Mesir. Hari ini adalah organisasi Islam Sunni internasional dengan cabang di banyak negara dan sangat berpengaruh untuk keterlibatan politik berdasarkan prinsip-prinsip fundamentalisme Islam di seluruh dunia.

Kegiatan Regional di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara
Organisasi Internasional Ikhwanul Muslimin memiliki kegiatan regional, nasional, dan lokal di seluruh Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Berbagai cabang ini berkoordinasi satu sama lain untuk menjalankan misi mereka untuk menciptakan kekhalifahan di seluruh dunia yang diatur oleh hukum Syariah. Tujuan jangka panjang mereka adalah mendirikan negara Islam di setiap negara tempat mereka berada. Mereka mencapai tujuan mereka melalui aktivisme politik, program pendidikan, dan kerja amal. Pekerjaan amal mereka dirancang untuk mendapatkan akses ke komunitas dan menyebarkan ideologi mereka di antara Muslim yang tinggal di negara-negara non-Islam. Mereka juga menggunakan program pendidikan sebagai sarana untuk menyebarkan ideologi mereka—kurikulum program ini mencakup pelajaran tentang bagaimana Islam lebih unggul dari agama lain dan bagaimana umat Islam harus berjuang untuk negara Islam.

Pengaruh pada Kelompok Islam lainnya di seluruh Dunia
Sementara pengaruhnya mungkin berkurang di beberapa bagian Timur Tengah, khususnya Mesir, ia membuat kemajuan di wilayah lain. Ini telah berkembang ke negara-negara Afrika seperti Sudan, Somalia, dan yang terbaru Nigeria. Pengaruh kelompok meluas ke tempat-tempat yang berbeda seperti Tunisia, Yaman, Kanada dan Australia. Faktanya, sejak Hassan al-Banna mendirikannya pada tahun 1928, hampir semua kelompok Islam Sunni telah dipengaruhi oleh pandangannya tentang bagaimana Muslim seharusnya berperilaku. Banna percaya bahwa umat Islam harus menggunakan Islam sebagai sistem yang komprehensif untuk mengatur kehidupan dan masyarakat mereka. Dia menganjurkan kebangkitan moral dalam Islam dan aktivisme politik untuk menyebarkan hukum Islam ke seluruh masyarakat. Dan dia bersikeras bahwa adalah tugas kita untuk membuat [Islam] menang atas sistem lain. Banna dibunuh pada tahun 1949, tetapi persaudaraannya berlanjut di bawah kepemimpinan baru dengan tujuan yang sama. Organisasi ini tumbuh perlahan hingga dilarang dari Mesir setelah upaya pembunuhan terhadap Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser pada tahun 1954 (larangan dicabut lagi pada tahun 1974). Sejak itu, ia memiliki hubungan yang rumit dengan politik Mesir. Beberapa anggota mencalonkan diri sebagai anggota parlemen atau memegang posisi dalam pemerintahan; yang lain dipenjara atau pergi ke bawah tanah ketika mereka mengkritik kebijakan yang mereka anggap tidak Islami.

Post a Comment for "IKHWANUL MUSLIMIN : HUBUNGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA"